Sejarah Haninours


Haninours adalah sebutan komunitas pecinta Hanin Dhiya, pertamakali ide ini dicetuskan oleh salah seorang alumni SMPN 1 Citeureup yang berada di desa Karanggan ( Kartoe / Karanggan Satu ) yang bernama Rahman Sulaiman pada tanggal 8 Januari 2014, saat itu bertepatan dengan Hanin Dhiya tampil di INBOX – SCTV. Sejak itu setiap aktivitas bernyanyi Hanin mulai di dukung oleh anak-anak sebaya Hanin yang tergabung dalam Haninours. Kegiatan komunitas baru mulai diperkenalkan sejak Hanin duduk di bangku SMP, sementara jam terbang Hanin Dhiya sebelum masuk SMP bahkan sejak Taman Kanak-Kanak bakatnya sudah terlihat, Hanin Dhiya sering ikuti berbagai perlombaan bernyanyi hingga lomba karaoke terlihat hasil juaranya terpampang puluhan piala dari juara 3 hingga juara 1 di etalase lemari rumahnya.

Hari Selasa Tanggal 16 September 2014, Hanin Dhiya masuk audisi peserta Rising Star Indonesia dan berhasil membawakan lagu I Surrender ( Celine Dion ) dengan prosentase 90 %, disana sebuah ide besar menantang adrenalin saudara Candi Lesmana bersama sahabatnya Adhi Kriwul dan Rima Meilani yang sebelumnya pernah satu perjuangan di Husein Famz Indonesia ( komunitas dukungan untuk Husein Idol 2014 ). Adhie menyarankan jangan tunggu 15 besar seperti babak penentu waktu Husein di Indonesia Idol, karena aturan main di Rising Star Indonesia amat berbeda.

Maka ide-ide baru bermunculan, Grup Facebook Haninlovers Rising Star Indonesia terbentuk tepatnya hari minggu pada tanggal 20 September 2014, kenapa menjadi Haninlovers ? karena saat itu kami bangun dari nol, dengan pengetahuan terbatas yang kami tahu Haninours saat itu hanyalah komunitas anak-anak sebaya Hanin, apalagi sang pelahir ide seperti mempersempit ruang gerak kami dimana kesan Hanin hanya milik Haninours belaka. Saat itu admin yg aktif  adalah Candi Lesmana, Rima dan Alm. Dedi Iswandi,  jelas-jelas mendukung Hanin karena sadar pecinta Hanin bukan kalangan anak sebaya Hanin saja. Maka dengan menambah kata lovers dibelakang nama Hanin jadi jelas, bahwa pecinta Hanin bisa dari latar belakang berbagai kalangan usia.

Dengan melibatkan beberapa anak Kartoe kami angkat admin sebagai jembatan komunikasi antara aktivitas grup dengan pihak sekolah, maka tanggal 27 September 2014 kami sukses adakan silaturahmi Haninours jilid I di rumah neneknya Hanin di Gunung Putri, langsung jumpa dengan keluarga besar Hanin. Hanin juga ada saat itu belum masuk karantina, acara tersebut dilaksanakan tiga hari setelah performance Hanin tanggal 25 September 2014 ketika menyanyikan “ Because Of You “.

Tanggal 11 Oktober 2014 Candi Lesmana atas saran dari Rima Meilani juga, mereka mendirikan grup kedua yaitu Haninours Indonesia, sama-sama grup perjuangan Hanin. Bedanya berharap grup itu sebagai tempat berkumpulnya para Haninours yang aktif dari twitter. Kelak grup itu yang akan mengawal karier Hanin kedepan, melihat kesolidan Haninours sebagai komunitas satu-satunya yang di jiwai oleh banyak kalangan sebagai pengawal sejati layaknya Fatinistic kepada Fatin Shidqia Lubis.